Spion Patah
tampak semua kisah di balik punggung
pada kaca spion cembung
tangisannya cengeng
senyumannya lepas
loncatannya riang
komentar nan tulus
akal nakal menerawang...
ah,
ingin rasanya menekan tombol "pause"
klik!!
semua hiruk pikuk terhenti
sebentaaaar saja
karena dunia kurcaci sungguh riang...
besar dalam permainan peri dan bidadari
melempari dengan setangkai cinta
dengan lemparan yang kadang tersamar
sekarang kurcaci jadi raksasa
karena rajin sarapan
ha..ha..ha..
sang raksasa masih ingin bermain dengan peri-peri
tapi badannya terlalu besar untuk bisa berlari kucing-kucingan
terlalu bongsor untuk bisa melompat selincah kurcaci
ketulusan yg terucap, makin melesakkannya di lembah kemunafikan
karena sel-selnya terus membesar
tubuhnya makin meninggi
menjawab sang kala yg seharusnya bukan lagi milik raksasa
tapi matanya belum berganti
masih dengan mata kurcaci..
masih dengan pupil kecil bergerak ke kanan dan kiri
masih berair..
semoga saja airnya tetep tulus..
karena berasal dari mata kurcaci
karena masih menatap spion
tuk rasakan hawa kejujuran
dalam kemesraan balita
sedikit lebih lama..
lebiiiih lama...
sebelum spion patah
oleh tamparan realitas
kedewasaan yg membangunkan
~iugee~
"untuk para sahabat nan merajuk"
220304
dibawah gelap malam surabaya..
